Mengenal Lebih Dalam Apa Itu Minangkabau

                                   

Dalam artikel kali ini dazip mau membahas tentang Minangkabau karena memang dazip sendiri adalah orang minang, maka dari itu disini dazip mau memberikan informasi apa itu minang kabau agar dapat dipahami bukan hanya untuk orang Minang saja tetapi untuk suku suku lain yang ada di Indonesia negeri yang kita cintai ini karena memang begitu seharusnya saling memahami dan mengerti satu sama lain. Penuturan pembahasan kali ini berdasarkan hasil dari penelitian dan sejarah yang telah dipelajari oleh beberapa ahli bukan dari cerita masyarakat atau dongeng mulai dari zaman pra sejarah sampai zaman modern sekarang ini. Oke mari kita mulai, jangan lelah ya membacanya :v.

Nenek Moyang Minangkabau dari Masa Prasejarah

Banyak pendapat menafsirkan asal usul nenek moyang Minangkabau tetapi dari hasil yang paling kongkrit adalah di Pelosok desa Mahat, Suliki Gunungmas, Kabupaten Limapuluh Kota karena disini banyak ditemukan banyak peninggalan kebudayaan Megalitikum. Bukti arkeologis tersebut bisa memberikan indikasi bahwa daerah Lima Puluh Kota merupakan daerah pertama yang dihuni oleh nenek moyang orang minangkabau. Penafsiran ini beralasan, karena dari luhak Lima Puluh Kota ini mengalir beberapa sungai besar yang bermuara di pantai Timur pulau Sumatera. Sungai-sungai ini dapat dilayari dan memang menjadi sarana transportasi yang penting dari zaman dahulu hingga akhir abad. Nenek moyang orang minagkabau di duga datang melalui rute ini dari daratan asia (Indochina) mengarungi Laut China Selatan, menyebrangi selat Malaka dan kemudian melayari sungai kampar, sungai siak, dan sungai inderagiri. Setelah melakukan perjalanan panjang , mereka tinggal dan mengembangkan kebudayaan serta peradaban di wilayah Luhak Nan Tigo (Lima Puluh Kota, Agam, dan Tanah Datar) sekarang.
Percampuran dengan para pendatang pada masa-masa berikutnya menyebabkan tingkat kebudayaan mereka jadi berubah dan jumlah mereka menjadi bertambah. Lokasi permukiman mereka menjadi semakin sempit dan akhirnya mereka merantau ke berbagai bagian sumatera barat lainnya. Sebagian pergi ke daerah utara seperti Lubuk Sikaping, Rao, dan Ophir. Sebagian lain pergi ke arah selatan menuuju Solok, Sijunjung, dan Dharmasraya. Banyak pula diantara mereka yang menyebar ke bagian barat terutamanya daerah pesisir seperti Tiku, Pariaman, dan Painan.

Pagaruyung Pusat Kerajaan Miangkabau

Adityawarman, yang merupakan tokoh penting di Minangkabau. Seorang Raja yang tidak ingin disebut sebagai Raja, pernah memerintah di Pagaruyung, daerah pusat kerajaan Minangkabau. Adityawarman adalah seoranga Raja yang berjasa memberi sumbangsih bagi alam Minangkabau, selain itu beliau juga orang pertama yang memperkenalkan sistem kerajaan di Sumatera Barat. Kontribusinya juga sangat penting dalam ajaran Agama Budha karena memang agama ini mempunyai pengaruh cukup kuat di Minangkabau. Sejak pemerintahan Raja Adityawarman tepatnya pertengahan abad ke-17, Propinsi ini lebih terbuka dengan dunia luar khususnya Aceh. Karena hubungan dengan Aceh yang semakin intensif melalui kegiatan ekonomi masyarakat, akhirnya mulai berkembang nilai baru yang menjadi landasan sosial budaya masyarakat Sumatera Barat. Agama Islam sebagai nilai baru tersebut berkembang di kalangan masyarakat dan berangsur-angsur mendominasi masyarakat Minangkabau yang sebelumnya didominasi agama Buddha dan Syekh Burhanuddin dianggap sebagai pe­nyebar pertama Islam di Sumatera Barat. Sebelum mengembangkan aga­ma Islam di Sumatera Barat, ulama ini pernah menuntut ilmu di Aceh.. Selain itu sebagian kawasan di Sumatera Barat yaitu pesisir pantai barat masih berada di bawah kekuasaan kerajaan Pagaruyung, namun kemudian menjadi bagian dari kesultanan islam. 

Asal Nama Minangkabau

Salah satu desa yang berada di kawasan Kecamatan Sungayang, Tanah Datar, Sumatera Barat. Desa tersebut awalnya merupakan tanah lapang. Namun karena adanya isu yang berkembang bahwa Kerajaan Pagaruyung akan di serang kerajaan Majapahit dari Provinsi Jawa maka terjadilah peristiwa adu kerbau atas usul kedua belah pihak. Kerbau tersebut mewakili peperangan kedua kerajaan. Karena kerbau Minang berhasil memenangkan perkelahian maka muncul kata manang kabau (kerbau yang menang) yang selanjutnya di jadikan nama Nagari atau desa tersebut. Upaya penduduk setempat mengenang peristiwa bersejarah tersebut, penduduk Pagaruyung mendirikan sebuah rumah loteng (rangkiang) dimana atapnya mengikuti bentuk tanduk kerbau. Menurut sejarah, rumah tersebut didirikan di batas tempat bertemunya pasukan Majapahit yang di jamu dengan hormat oleh wanita cantik Pagaruyung. Situasi masyarakat saat itu umumnya hidup dengan cara berdagang, bertani sawah, hasil hutan dan mulai berkembang pertambangan emas. Beberapa pernyataan timbul bahwa alat transportasi yang digunakan untuk menelusuri dataran tinggi Minangkabau adalah kerbau. Alasan menggunakan kerbau karena agama yang dipercaya pada waktu itu di ajarkan untuk menyayangi binatang gajah, kerbau, dan lembu. Karena ajaran tersebut mereka menggunakan kerbau sebagai masyarakat dengan adu kerbau.



Sekian dulu pembahasan singkat mengenai minangkabau, begitu banyak cerita yang beredar dan menyebar di masyarakat namun ketahuilah masyarakat minang merupakan salah satu suku di Indonesia yang masih berpegang teguh dengan ajaran budaya nya. Tunggu artikel selanjutnya ya, dan mari berdiskusi di kolom komentar jika ada yang merasa perlu disampaikan :D

2 Responses to "Mengenal Lebih Dalam Apa Itu Minangkabau"